MATERI ELEKTOKIMIA (ELKETROLISIS DAN HUKUM FARADAY BESERTA SOAL2)

MATERI KIMIA KELAS XII SEMESTER 1 SEL ELEKTROKIMIA


Elektrokimia merupakan cabang ilmu kimia yang membahas hubungan reaksi redoks dengan energi listrik. Keduanya berlangsung dalam sebuah alat yang disebut sel elektrokimia. 

Sel Elektrokimia terbagi menjadi dua jenis, yaitu sel volta/galvani dan sel elektrolisis. Sel volta mengubah energi kimia menjadi energi listrik sedangkan sel elektrolisis mengubah energi listrik menjadi energi kimia.
Tabel perbandingan sel volta dan sel elektrolisis
1. Sel Volta

 a. Reaksi Redoks Spontan
 Reaksi redoks spontan adalah reaksi redoks yang terjadi dengan sendirinya.
Misalnya apabila logam seng dicelupkan ke dalam larutan tembaga(II)sulfat, CuSO4. Lihat gambar berikut,


Logam seng (Zn) akan larut dengan melepas elektron membentuk ion seng (Zn2+), sementara ion tembaga (Cu2+) menangkap elektron dari logam seng dan membentuk endapan tembaga (Cu). Dalam reaksi tersebut terjadi transfer elektron secara langsung dari logam Zn ke ion Cu2+Reaksi yang terjadi, 

Zn Cu2+ → Zn2+Cu
b. Rangkaian Sel Volta

Transfer elektron secara langsung pada reaksi di atas tidak akan menghasilkan arus listrik, oleh karena itu Luigi Galvani dan Alessandro Guiseppe Volta menemukan cara untuk menghasilkan arus listrik yaitu memisahkan logam Zn dan ion Cu2+ di wadah yang berbeda dalam suatu rangkaian yang disebut sel volta.

Rangkaian Sel volta
Pada rangkaian sel volta di atas, logam Zn dicelupkan ke dalam larutan ZnSOdan logam Cu dicelupkan ke dalam larutan CuSO4,  kemudian dihubungkan dengan voltmeter melalui kabel penghantar listrik, selanjutnya diberi jembatan garam.

Setelah rangkaian terhubung dengan baik, lempengan logam Zn teroksidasi menjadi ion Zn2+ yang akan larut di dalam larutan ZnSO4 dan melepas elektron. 

Zn  Zn2+2e

Elektron yang dilepas akan mengalir melalui kabel listrik melewati voltmeter menuju lempengan logam Cu. Kemudian elektron tersebut akan ditangkap oleh ion Cu2+ yang berasal dari larutan CuSOmembentuk endapan Cu.

 Cu2+ 2e → Cu 
 Elektron mengalir dari anoda ke katoda, sedangkan aliran arus sebaliknya mengalir dari katoda ke anoda.
Faktanya tanpa jembatan garam, elektron tidak mengalir. Hal ini karena terjadinya kelebihan muatan pada kedua wadah yang berisi larutan ZnSOdan larutan CuSO4. Di wadah pertama yang berisi larutan ZnSOakan mengalami kelebihan muatan positif karena terbentuk ion Zn2+ hasil reaksi oksidasi logam Zn, sementara di wadah kedua akan mengalami kelebihan muatan negatif SO42-karena ion Cu2+ jumlahnya berkurang.

Jembatan garam berfungsi untuk menetralkan kelebihan muatan pada kedua larutan tersebut, ion Naakan bergerak menuju larutan CuSOuntuk menetralkan kelebihan muatan negatif dan ion SO42- bergerak menuju larutan ZnSO yang kelebihan muatan positif.

Lempengan logam Zn dan Cu disebut elektroda, elektroda tempat terjadinya reaksi oksidasi disebut anoda sedangkan elektroda tempat terjadinya reaksi reduksi disebut katoda. Logam yang bertindak sebagai anoda pada sel volta di atas adalah Zn, sementara Cu bertindak sebagai katoda. Anoda dalam sel volta disebut juga elektroda negatif dan katoda sebagai elektroda positif.

c. Diagram Sel Volta


Reaksi yang terjadi di kedua elektroda dapat dinyatakan dengan diagram sel atau notasi sel. Reaksi oksidasi ditulis di sebelah kiri sedangkan reduksi di sebelah kiri.

Sehigga reaksi sel volta di atas dapat ditulis :  Zn I Zn2+ II Cu2+I Cu
Dua garis sejajar menyatakan jembatan garam.

    a. Deret Volta
    
    b. Potensial Elektroda
    c. Potensial Sel

2. Sel Elektrolisis

a. Kaedah Elektrolisis



b. Aspek Kuantitatif Elektrolisis

        Hukum Faraday I
 Massa zat yang dihasilkan pada elektrolisis berbanding lurus dengan muatan listrik yang dialirkan.
        Hukum Faraday II
 Massa zat-zat yang dihasilkan oleh muatan listrik yang sama sebanding dengan berat ekivalen dari zat-zat tersebut.
Sel elektrokimia adalah suatu aplikasi penerapan reaksi redoks yang terdiri dari katoda (reduksi) dan anoda (oksidasi) yang menggunakan larutan elektrolit sebagai penghantar elektron. Ada dua macam sel elektrokimia yang akan kita pelajari hari ini, yaitu:
1. Sel Volta (Sel Galvani)
Sel volta adalah sel elektrokimia yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Rangkaian sel volta dapat ditulis dalam bentuk notasi. Dalam menuliskan notasi sel, anoda dituliskan di sebelah kiri dan katoda di sebelah kanan yang dipisahkan oleh jembatan garam ( || ). Secara umum, notasi sel dapat dituliskan sebagai berikut:
Notasi Sel Volta
Untuk menunjukkan kecenderungan reduksi, kita menggunakan poetensial reduksi standar atau lebih dikenal dengan sebutan potensial elektroda standar. Untuk lebih mudahnya, perhatikan tabel potensial elektroda standar berikut:
Tabel Potensial Reduksi Standar
Perbedaan potensial dari kedua elektroda disebut sebagai beda potensial sel standar (E_{sel} ). Rumusnya:
E_{sel} = E^0_{katoda}-E^0_{anoda}
Potensial sel dapat digunakan untuk memperkirakan spontan atau tidaknya suatu reaksi redoks. Reaksi redoks berlangsung spontan jika E_{sel}\; >\;0   (positif) dan tidak spontan jika E_{sel}\; < \;0   (negatif).

2. Sel Elektrolisis
Apa yang dimaksud sel elektrolisis? Sel elektrolisis adalah sel eletrokimia yang mengubah energi listrik menjadi energi kimia. Pada sel elektrolisis katoda merupakan elektroda negatif, sedangkan anoda merupakan elektroda positif. Spesi yang mengalami reduksi adalah spesi (zat) yang mempunyai potensial elektroda lebih positif. Sedangkan spesi yang mengalami oksidasi adalah spesi (zat) yang mempunyai potensial elektroda lebih negatif. Dengan demikian, tidak selalu kation yang mengalami reduksi dan anion yang mengalami oksidasi. Dalam menuliskan reaksi sel elektrolisis kita harus memperhatikan beberapa hal berikut:
a. Reaksi Oksidasi
  1. Jika anoda terbuat dari Pt, Au, atau C, maka anoda tidak ikut teroksidasi. Contohnya: Ion OH^- teroksidasi menjadi H_2O dan gas O_2. Reaksinya:4OH^- _{(aq)} \to 2H_2O_{(l)} + O_{2(g)} +4e^-
  2. Jika anoda terbuat selain dari Pt, Au, atau C, maka anoda ikut teroksidasi. Contohnya: Anoda dari logam Ag maka reaksinya: Ag_{(s)} \to Ag^+_{(s)} + e^-
b. Reaksi Reduksi
  1. Ion H^+ tereduksi menjadi gas H_2. Reaksinya: H^+_{(aq)} + 2e^- \to H_{2(g)}
  2. Ion-ion logam alkali dan alkali tanah serta Al^{3+} dan Mn^{2+} tidak mengalami reduksi, yang tereduksi adalah pelarutnya. Reaksinya: 2H_2O_{(l)} + 2e^- \to H_{2(g)} + 2OH^-_{(aq)}
  3. Ion-ion logam selain alkali dan alkali tanah serta Al^{3+} dan Mn^{2+} mengalami reduksi menjadi logamnya. reaksinya: Ni^{2+}_{(aq)} + 2e^- \to Ni_{(s)}

10 Contoh Soal Elektrolisis Kelas 12 beserta Jawabannya

Seperti yang telah kita pelajari,  sel elektrolisis adalah sel yang mengubah energi listrik menjadi energi kimia. Arus listrik digunakan untuk melangsungkan reaksi redoks tak spontan. Supaya lebih paham mengenai sel elektrolisis, perhatikan 10 contoh soal elektrolisis berikut ini:
Soal No. 1
Pada elektrolisis Al2O3 (pengolahan Aluminium) sebanyak 102 kg dihasilkan Al …. (Al = 27, O =16)
A. 102 kg   D. 30 kg
B. 80 kg      E. 12 kg
C. 54 kg
Jawaban : C
Pembahasan:
Diketahui:
massa Al2O=102 kg = 102.000 gram; Mr Al2O= 102 gr/mol
nAl_2O_3=\frac{massa}{Mr}=\frac{102.000\;gr}{102\;gr/mol}=1000\;mol
1 mol Al2O3 dihasilkan 2 mol Al3+
1000 mol Al2O3 dihasilkan 2000 mol Al3+
3e + Al3+ \to Al
1 mol Al3+ ~ 1 mol Al
2000 molAl3+ ~ 2000 mol Al
Jadi yang terjadi = 2000 mol
= 2000 x 27 gram
= 54.000 gram = 54 kg
Soal No. 2
Pada elektrolisis seperti gambar di bawah ini persamaan yang menunjukkan reaksi pada elektroda X adalah ….
Sel Elektrolisis CuSO4
A. H2O(l)    \to  2H+(aq) + ½O2 + 2e
B. Cu2+(aq) + 2e \to  Cu(s)
C. Cu(s) \to  Cu2+(aq) + 2e
D. 2H2O(l) + 2e \to  H2(g) + 2OH(aq)
E. 2H2O(l) + O2(l) + 4e \to   4OH(aq)
Jawaban : C
Pembahasan : 
Reaksi anoda = Cu \to  Cu2+ + 2e
Reaksi katoda = 2e + Cu2+ \to  Cu
reaksi pada x adalah oksidasi pada anion.
Soal No. 3
Data tabel E sel dalam volt. Pada tabel berikut harga E sel : Mg | Mg+2| | Pb+2 | Pb adalah ….
Data E Sel
A. -2, 21 volt    D. 2, 21 volt
B. -2, 47 volt     E. 2, 68 volt
C. 2, 47 volt
Jawaban : C
Pembahasan:
Reaksi Mg dan Pb
Soal No. 4
Diketahui potensial elektroda :
Ag (aq) + e \to  Ag(s) E0 = + 0,80 volt
Ln3- (aq) + 3e \to  Ln(s) E0 = -0,34 volt
Mn2-(aq)+2e \to  Mg(s) E0 =-2,34 volt
Mn2-(aq) + 2e \to  Mn(s) E0 = -1,20 volt
Dua setengah sel di bawah ini yang potensialnya paling besar adalah ….
A. Mg | Mg2+ | | Ag| Ag    D. Mn | Mn2+ | | Mg2+ | Mg
B. Ag | Ag| | Mg2+ | Mg     E. Ag | Ag| | Ln2+ | Ln
C. Mn | Mn2+ | | Ln3+ | Ln
Jawaban : A
Pembahasan:
Mg \to  Mg2+ + 2e     = 2,34
Ag+ + e \to  Ag          = 0,80 +
3,14 (paling besar)
Soal No. 5
Reaksi yang terjadi pada katode dari elektrolisis larutan Na2SO4 adalah ….
A. 2H2O(aq) + 2e \to  2OH(aq) + H2(g)
B. 2H+(aq) + 2e \to H2(g)
C. Na+(aq) + e \to  Na(s)
D. SO42-(aq) + 2e \to  SO4(aq)
E. 4OH(aq) \to  2H2O(aq) + O2(g) + 4e
Jawaban : A
Pembahasan:
Na2SO4 \to  2Na+ + SO42-
katoda  : 2H2O + 2e \to  2OH + H2
anoda   : 2H2\to  4H+ + O2 + 4e
Soal No. 6
Pada elektrolisis larutan garam logam alkali atau alkali tanah tidak dihasilkan logamnya karena ….
A. sifat oksidatornya lemah
B. sifat reduktornya lemah
C. garam halidanya mempunyai titik leleh tinggi
D. energi ionisasi tinggi dari logam lain
E. ion logamnya tidak mengalami reduksi
Jawaban : E
Pembahasan:
Pada elektrolisis larutan garam logam Alkali atau Alkali tanah tidak menghasilkan logam sebab :
– harga E° lebih kecil dari E° air
– ion logamnya tidak mengalami reduksi
Soal No. 7
Berapakah massa logam perak yang diendapkan jika arus listrik sebesar 5 Ampere dialirkan ke dalam larutan AgNO3 selama 2 jam …. (Ar : Ag = 108)
A. 24,90 gram    D. 42,09 gram
B. 29,40 gram     E. 49,20 gram
C. 40,29 gram
Jawaban : C
Pembahasan:
Menghitung Massa
Soal No. 8
Pada saat sel aki bekerja, reaksi yang terjadi pada katode adalah ….
A. Pb(s) + SO42-(aq) \to  PbSO4(s) + 2e
B. Pb2+(aq)+ 2e \to Pb(s)
C. PbO2(s) + 4H+(aq) + SO2-4(aq) + 2e \to  PbSO4(s) + H2O(l)
D. Pb2+(aq) + O2(g) \to  PbO2(s)
E. H2SO4(aq)\to  2H+(aq)+ SO2-4(aq)
Jawaban : C
Pembahasan:
Reaksi : PbO2(s) + 4H+(aq)+ SO2-4(aq) + 2e \to  PbSO4(s) + H2O(l)
Soal No. 9
Perhatikan gambar elektrolisis berikut ini :
Gambar Elektrolisis
Elektrolisis yang menghasilkan gas H2 ditunjukkan pada gambar ….
A. 1 dan 2    D. 2 dan 4
B. 2 dan 3    E. 1 dan 4
C. 3 dan 4
Jawaban : C
Pembahasan: 
Elektrolisis NaCl
Katoda : 2H2O + 2e \to  2OH + H2(g)
Anoda : 2Cl \to  Cl2 + 2e
Elektrolisis KNO3
Katoda : 2H2\to 2OH + H2(g)
Anoda : 2H2\to  4H+ + O2(g)
Soal No. 10
Pada reaksi elektrolisis larutan NiSO4 dengan elektroda Ag. Reaksi yang terjadi pada anoda adalah ….
A. Ni2+(aq) + 2e \to  Ni(s)
B. Ag(aq) \to  Ag+(aq) + e
C. Ni(s) \to  Ni2+(aq)+ 2e
D. 2 H2O(l) + 2e \to H2(g)+ 2 OH(aq)
E. 2 H2O(l) \to  4 H+(aq) + O2(g) + 4e
Jawaban : E
Pembahasan:
Reaksi Elektrolisis larutan NiSO4 dengan elektroda Ag
NiSO4(aq) \to  Ni+2(aq) + SO-24(aq)
Sisa asam dari (SO4-2 ; NO3– ; PO4-3) tidak dioksidasi yang mengalami oksidasi adalah pelarut air.
Anoda (oksidasi) : 2 H2O(aq) \to   4 H+(aq)+ O2(g) + 4e



Contoh Soal Hukum Faraday 2 dan Pembahasannya

Hukum Faraday II berbunyi “massa zat yang dihasilkan berbanding lurus dengan massa ekuivalennya untuk jumlah listrik yang sama.”
Soal No. 1
Pada elektrolisis larutan NiSO4 selama 45 menit menghasilkan endapan Ni sebanyak 9,75 gram. Berapa gram Ag yang dihasilkan jika arus dalam waktu yang sama dialirkan pada elektrolisis larutan AgNO3? (Ar Ni = 58,5; Ag = 108)
Pembahasan
Diketahui:
m Ni = 9,75 g
e Ni = 58,5/2 = 29,25
e Ag = 108/1 = 108
Ditanya: m Ag….?
Jawab:
m Ni : m Ag = e Ni : e Ag
9,75 : m Ag = 29,25 : 108
m Ag = \frac{9,75\;x\;108}{29,25}  = 36 gr
Jadi Ag yang dihasilkan jika arus dalam waktu yang sama dialirkan pada elektrolisis larutan AgNOsebesar 36 gr.
Soal No. 2
Jika arus listrik dialirkan melewati larutan
AgNO dan larutan CuSOyang disusun serim dan terendapkan 2,16 gram (Ar Ag = 108, Cu = 63,5). Hitunglah masa terendapkan!
Pembahasan
Diketahui:
m Ag = 2,16 g
e Ag = 108/1 = 108
e Cu = 63,5/2 = 31,75
Ditanya: m Cu….?
Jawab:
m Ag : m Cu = e Ag : e Cu
2,16 : m Cu = 108 : 31,75
m Cu=\frac{2,16\;x\;31,75}{108}  = 0,635 gr
Jadi, massa tembaga yang diendapkan sebesar 0,635 gr.
Soal No. 3
Dalam elektrolisis larutan CuSO4 dengan elektroda inert dihasilkan 224 ml gas (STP) di anoda. Massa endapan yang didapat di katoda adalah … (Ar Cu = 63,5).
Pembahasan:
Diketahui:
(1)   katoda : Cu2+ + 2e → Cu
(2)   anoda  : 2H2O → 4K+ + 4e + O2
m O= 224 ml = 0,224 l
e Cu = 63,5/1 = 63,5
e O= 22,4/2 = 11,2
Dit m Cu ….?
Jawab:
m Cu : m O = e Cu : e O
m Cu  : 0,224 = 63,5 : 11,2
m Cu=\frac{0,224\;x\;63,5}{11,2}   = 1,27 gr
Jadi, massa endapan yang didapat di katoda sebesar 1,27 gr.
Soal No. 4
Ke dalam 2 sel larutan ZnSO4 dan larutan CuSO4 yang dihubungkan secara seri dialirkan arus listrik ternyata diendapkan 16,25 gram seng. Jika Ar Zn = 65 dan Ar Cu = 63,5 maka banyaknya tembaga yang mengendap adalah ….
Pembahasan
Diketahui:
m Zn = 16,25 gr
e Cu = 63,5/2 = 31,75
e Zn = 65/2 = 32,5
Ditanya: m Cu…?
Jawab:
m Cu : m Zn = e Cu : e Zn
m Cu : 16,25 = 31,75 : 32,5
m Cu = \frac{16,25\;x\;31,75}{32,5}  = 15,875 gr
Jadi, banyaknya tembaga yang mengendap sebesar 15,875 gr.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer